
Makassar menjadi kali kedua menjadi tuan rumah Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Kota ini kembali dipilih karena aksesnya yang dinilai paling strategis di kawasan timur Indonesia. Tak ayal, peserta Audisi Umum yang kali ini digelar di GOR Dafest ini memikat banyak peserta dari berbagai daerah. Mulai dari Manado, Maluku, Kolaka, Pare-Pare, Mamuju dan lainnya.
Salah satunya adalah rombongan yang dipimpin oleh Lukman Maksum, mereka datang jauh-jauh dari Gorontalo dengan membawa sembilan atlet mudanya. Enam diantaranya adalah putri, sementara tiga lainnya adalah putra. “Di klub kami memang lebih banyak atlet putri dibanding putra, jadi yang kami bawa ke Audisi Umum kali ini pun lebih didominasi oleh putri,” ujar pelatih di PB AHN Pogambango ini.
Salah satu anak didiknya yang dibawanya tak lain adalah putrinya sendiri, Maimun Marviani Maksum. Bernomor punggung 0119 atlet yang lahir tahun 2004 ini cukup nekat untuk datang ke Audisi Umum kali ini. Pasalnya, hari Senin (11/4) besok, Maimun akan menghadapi ujian semester di sekolahnya di SD Negeri 4 Suwawa Gorontalo.
“Saya yang meminta izin kepada gurunya untuk bisa memberikan kesempatan pada Maimun agar bisa ujian susulan, karena tahun ini, tahun terakhir Maimun bisa bermain di U13,” jelasnya.
Beruntunglah, Maimun yang pernah mewakili sekolahnya untuk tampil di O2SN tingkat nasional ini mendapat keringanan. “Tahun lalu sebenarnya mau ikut juga, tetapi tahun lalu ada ujian praktek yang dikerjakan secara kelompok jadinya tidak bisa. Tetapi untuk tahun ini, saya ingin Maimun ikut,” tambahnya.
Lukman pun menuturkan ia mengikut sertakan anaknya untuk ikut Audisi Umum kali ini tetapi dengan catatan, Maimun tak boleh memiliki nilai merah di rapotnya, dan ia pun mengiyakan tantangan sang Ayah. (RI)
