Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Ardy, Si Bola Karet
11 Juni 2020
Ardy, Si Bola Karet
 
 

Di era tahun 90-an ada seorang pemain asal Indonesia yang terkenal dengan keuletannya. Ia bermain bulutangkis dengan gayanya yang ultra defensif. Dengan kekuatan fisik yang dimiliki, ia mampu mengejar shutlecock yang berlari ke penjuru lapangan. Dia adalah Ardy Bernadus Wiranata, mantan pemain binaan PB Djarum.

Ardy menapaki karir dalam dunia bulutangkis diawali saat ia mengikuti kejuaraan Invitasi Dunia Yunior 1987. Kala itu ia berhasil meraih dua gelar juara sekaligus. Gelar pertamanya direbut dari nomor tunggal putra, sementara gelar keduanya didapat bersama Susy Susanti dari ganda campuran. Namanya kian melejit saat ia mampu menjadi runner up pada kejuaraan dunia tahun 1989. Dua tahun berikutnya atau tepatnya pada tahun 1991, pemain kelahiran Jakarta ini mampu membawa pulang gelar bergengsi All England.

Sampai hari ini, Nama Ardy masih tercatat sebagai pemain yang mampu menjadi juara Indonesia Open sebanyak enam kali. Gelar juara di kandang sendiri mampu diraihnya pada tahun 1990, 1991, 1992, 1994, 1995 dan 1997. Rekor ini belum terpatahkan dan hanya seorang Taufik Hidayat yang bisa menyamai tanpa bisa melewati.

Di Jepang, nama Ardy juga dikenal karena bisa meraih gelar juara Japan Open sebanyak tiga kali , yakni di tahun 1991, 1992 dan 1994. Sederet prestasi Ardy lainnya diantaranya adalah China Terbuka 1989, Malaysia Open 1993, Korea Open 1994, Singapore Open 1994, Chinese Taipei Open 1992, Swedia Open 1991 dan 1997.

Puncak prestasi anak bungsu dari empat bersaudara ini terjadi saat Olimpiade Barcelona 1992. Ia bersama dengan dua rekannya Alan Budi Kusuma serta Hermawan Susanto  mengukir prestasi gemilang. Tiga tempat semifinal dikuasai oleh mereka. Tersisa satu tempat untuk pemain Denmark Thomas Stuer Lauridsen. Ardy harus puas meraih medali perak usai dihentikan rekannya Alan Budi Kusuma di babak final. Pada kejuaraan beregu, ia juga mencatatkan namanya sebagai pemain yang sukses membawa pulang Piala Thomas pada tahun 1994 dan 1996.

Sudah lama namanya tidak terdengar lagi dalam dunia bulutangkis tanah air.  Rupanya ia kini sudah menjadi pelatih bulutangkis di Kanada usai pensiun mengayun raket. (AR)

 

 

Photo : Indosport.com