Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Felix/Rizky Pertahankan Tradisi Juara
15 Mei 2011
Felix/Rizky Pertahankan Tradisi Juara
 
 

PB Djarum berhasil membertahankan tradisi juara dari kelas Taruna pada kejuaraan Candra Wijaya Men’s Double Badminton Championship 2011. Tiga tahun pelaksanaan turnamen, Kelas taruna selalu berhasil mempertahankan tradisi juara. Pada tahun 2009, saat pertama kali turnamen ini di selenggarakan gelar juara kelas taruna di rebut oleh pasangan Didit Juang Indrianto/Seiko Wahyu Kusdianto. Kali kedua atau tepatnya pada tahun 2010 ganti Rangga Yave/Praveen Jordan yang bisa menggondol gelar juara. Pada penyelenggaraan ketiga tahun ini giliran Felix Kinalsal/Rizky Sutanto yang menyabet gelar juara.

Pada babak final yang berlangsung pada hari Sabtu (14/5) di Hall Asia Afrika, Senayan, Felix/Rizky yang sama sekali tidak diunggulkan, bermain dengan baik saat menghadapi rivalnya Ronald/Selvanus Geh asal Jaya Raya Suryanaga/Hi Qua Wima Surabaya dan mampu menang straight game. Pasangan yang pada dua babak sebelumnya mengalahkan juara dan runner-up Djarum Sirnas Bengkulu 2011 ini bisa bermain dengan tenang. Baik Felix maupun Rizky keduanya mampu bermain apik di depan net. Jarang keduanya mengangkat bola tinggi. Keduanya selalu siap dan cekatan memotong bola di depan jaring. Dan jika menerima bola tinggi, keduanya langsung menyerang dengan smes keras.

Felix/Rizky sempat memimpin di awal game pembuka hingga 3-1. Tetapi kemudian sempat disamakan oleh lawan sampai 5-5. Interval game pembuka di ambil oleh Felix/Rizky dengan 11-7 setelah netting tipis dari Rizki tidak mampu dikembalikan oleh lawan. Beberapa kali kesalahan sendiri membuat pasangan yang baru di gabungkan pada tahun ini nyaris terkejar saat angka menunjukkan 13-12. Beruntung mereka langsung bangkit dan melesat dengan 18-13. Segera Felix/Rizky langsung menutup game pertama dan hanya memberi satu tambahan angka bagi lawan dengan 21-14.

Memasuki game kedua pertandingan semakin berjalan alot. Angka berkejaran rapat sejak dimulainya game kedua. Lawanpun semakin berani melayani permainan net Felix/Rizky. Kedua pasangan memperagakan pukulan neting tipis di depan jaring serta saling obral pukulan drive. Sejak angka pertama direbut lawan kedua pasangan ini terus berbagi angka sama hingga 10-10. Smes keras yang dilontarkan Rizky menutup jeda game kedua dengan 11-10.

Sempat tertinggal satu angka pada kedudukan 14-15, Felix/Rizky langsung melesat sampai 18-15 hanya dalam satu kali service. Satu angka yang didapat lawan dibalas dengan perolehan dua angka oleh Felix/Rizky membuat kedudukan menjadi 20-16. Lawan masih sempat mencuri tambahan satu angka dan merubah kedudukan menjadi 20-17. Gelar juara akhirnya mampu di rebut Felix/Rizky setelah bola lawan meluncur deras jauh di luar lapangan. Angka pun di tutup dengan 21-17 dan sekaligus mengantar Felix/Rizky mempertahankan tradisi juara dari kelas taruna.

Felix sendiri harus mengunggu tiga tahun untuk bisa meraih gelar juara setelah pada dua tahun pelaksanaan turnamen ini harus puas sebagai runner up.
“Senang sekali bisa jadi juara, setelah tiga tahun harus puas menjadi runner up,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

“Undian kami dari awal terasa berat. Setelah menang dari juara Sirnas Bengkulu (Ade Yusuf/Rizky Hidayat -red) pada babak perempat final kepercayaan diri kami semakin besar,” tambahnya. “Sebenarnya pada saat 20-17 sempat grogi, tapi akhirnya bisa menang,” lanjutnya.

Sementara itu Rizky hanya bisa tertawa tanpa bisa mengomentari kemenangannya. Ferry Kinalsal, orang tua Felix yang langsung menyaksikan pertandingan pun langsung mengucap syukur atas keberhasilan anaknya. “Bersyukur bisa jadi juara,” ujarnya dengan tangan yang terasa dingin. Dengan keberhasilan ini, Felix/Rizky berhak mendapat hadiah sebesar USD 2400. (AR)