
Menyebut nama Tontowi Ahmad, ingatan kita pasti akan dibawa kepada seorang pemuda dengan berbagai rentetan prestasi yang pernah di raihnya sepanjang tahun 2013 ini. Tontowi memang menjadi salah satu dari sekian atlet Pelatnas jebolan PB Djarum yang berulang kali mengharumkan Indonesia di kancah bulutangkis dunia. Musuh-musuh abadinya seperti duo China Xu Chen/Ma Jin, Zhang Nan/Zhao Yunlei makin sering di taklukkan. Pasangan asal Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen yang sering menjadi batu sandungan, bisa dikalahkan.
Tontowi bersama pasangan tetapnya, Liliyana Natsir membuka lembaran tahun 2013 dengan mengikuti kejuaraan Korea Open Super Series Premier. Kejuaraan yang menyediakan hadiah terbesar di dunia ini rupanya belum berpihak kepada ganda campuran nomor satu Indonesia. Langkah mereka di hentikan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di babak perempat final.
Rupanya kekalahan di kejuaraan pembuka tahun 2013 membuat Tontowi Ahmad termotivasi untuk berlatih lebih keras lagi. Terbukti, di kejuaraan kedua yang di jalaninya di tahun 2013, ia pun menjadi kampiun. Tontowi menjadi juara pada kejuaraan bulutangkis All England Super Series 2013. Bersama Liliyana Natsir, mereka menjadi pasangan ganda campuran Indonesia pertama yang bisa mempertahankan gelar juara. Tontowi pun bisa membuat hattrick dengan meraih gelar juara tiga kali berturut-turut pada kejuaraan India Open Super Series. Tontowi meraih gelar juara di India pada tahun 2011 untuk pertama kalinya dan kembali di ulang di dua tahun berikutnya.
Sayang di kejuaraan bulutangkis terbesar di tanah air, Tontowi gagal meraih gelar juara. Tontowi/Liliyana hanya bisa menjadi semifinalis setelah kembali dihentikan pasangan asal Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen psada kejuaraan Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013.

Gagal di negeri sendiri, Tontowi pun membalasnya di dua turnamenyang di ikutinya secara berurutan. Kisah sukses Tontowi dimulai dengan menjuarai turnamen Singapore Open Super Series 2013. Berita menggembirakan selanjutnya datang dari Kejuaraan Dunia 2013 yang di laksanakan di Guangzhou, China. Dengan persiapan yang matang, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menggondol gelar juara. Gelar yang di raih semakin terasa lengkap, saat Tontowi berhasil mengalahkan dua andalan dari China Zhang Nan/Zhao Yunlei di babak semifinal dan Xu Chen/Ma Jin di babak final.
Tahun 2013 menjadi semakin lengkap saat Tontowi bisa mengalahkan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen yang selama ini selalu menjadi kuda hitam. Pada kejuaraan China Open 2013, Tontowi/Liliyana menghentikan ganda campuran nomor satu Denmark melalui partandingan rubber game. Kemenangan atas ganda Denmark di babak final sekaligus menghantar mereka merebut gelar juara di China Open Super Series 2013.
Tontowi masih punya sejumlah tantangan besar yang harus di kejarnya di tahun 2014 nanti. Salah satu pekerjaan rumah yang harus bisa di petiknya adalah menjadi juara pada kejuaraan Indonesia Open Super Series Premier yang belum satu kalipun bisa di raihnya. (AR)