Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Edi ke Final Dua Partai
18 Maret 2012
Edi ke Final Dua Partai
 
 

Atlet putra PB Djarum berusia 18 tahun, Edi Subaktiar, berhasil melaju ke babak final ganda putra dan ganda campuran kejuaraan Banuinvest International 2012. Di turnamen kelas dewasa taraf International Series tersebut, Edi dan kedua pasangannya membuktikan bahwa usia muda bukan berarti lawan mudah.

Berpasangan dengan Arya Maulana Aldiartama, Edi ke final untuk bertemu unggulan pertama asal Perancis, Laurent Constantin/Sebastian Vincent yang mengalahkan Felix Kinalsal/Kevin Sanjaya Sukamuljo di perempat final. Felix/Kevin kalah sangat tipis, 16-21, 22-20, dan 17-21, kemarin (17/3), sedangkan Edi/Arya melaju ke final tanpa kehilangan satu game pun.

Di ganda campuran, Edi yang berpasangan dengan Melati Daeva Oktaviani juga melaju ke final dengan catatan sempurna. Pertandingan tersulit yang mereka lalui adalah saat bertemu unggulan ketiga asal Jerman, Max Schwenger/Isabel Herttrich di semifinal. Edi/Melati menang tipis 23-21 dan 21-16.

Unggulan pertama juga menjadi lawan Edi di final ganda campuran. Edi/Melati harus bersiap melawan Roman Zirnwald/Elisabeth Baldauf (Austria) yang kemarin menang dengan susah payah 10-21, 21-18, dan 21-13 atas unggulan keempat Baumann Lorraine/Gaetan Mittelheiser (Perancis).

Edi dan kedua pasangannya menjadi dua wakil terakhir merah-putih di kejuaraan tersebut setelah Melati kalah di ganda putri. Melati yang berpasangan dengan Rosyita Eka Putri Sari kemarin kalah sangat tipis, 20-22 dan 19-21, dari unggulan kedua asal Denmark, Line Kjaersfeldt/Sandra-Maria Jensen di semifinal. Gelar di partai ini pun dipastikan jatuh ke tangan Denmark setelah Tilde Iversen/Camilla Madsen juga lolos ke final.

Jepang sendiri memastikan gelar di tunggal putri setelah kedua wakilnya, Ayumi Mine dan Kana Ito berhasil masuk ke final. Di tunggal putra lah terjadi pertemuan menarik antara unggulan keempat asal Jerman, Marcel Reuter, dan unggulan kedelapan asal Slovenia, Iztok Utrosa.

Namun demikian, Indonesia adalah satu-satunya negara yang berpeluang merebut gelar di lebih dari satu partai. Dengan catatan, Edi dan kedua pasangannya harus bermain prima, mengalahkan lawannya di final, dan naik ke podium juara.
Selamat berjuang, Edi, Arya, dan Melati. (DC)