Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Denmark Super Series Premier 2014] Tontowi/Liliyana Kembali di Posisi Runner Up
20 Oktober 2014
[Denmark Super Series Premier 2014] Tontowi/Liliyana Kembali di Posisi Runner Up
 
 

Tiga kali sudah pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mencapai babak final Denmark Open Super Series Premier sejak tahun 2012. Namun sayangnya dalam tiga kesempatan tersebut, Tontowi/Liliyana belum berhasil naik podium juara, begitu juga pada laga final tahun ini. Di partai final yang berlangsung di stadion Odense Sports Park, Tontowi/Liliyana dikalahkan musuh bebuyutan mereka asal Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin, 20-22, 15-21.

“Pasangan Tiongkok mengubah strategi permainan saat kami unggul 12-7, kami tak siap dengan perubahan ini. Kami tetap berusaha dan bisa mengimbangi saat kedudukan 20-20, namun di poin kritis ini kami justru membuat dua kesalahan yang tidak perlu. Padahal kemenangan di game pertama sangat penting artinya,” kata Liliyana soal pertandingan.

“Pada game kedua, kami juga kesulitan untuk mengejar perolehan skor lawan yang sudah unggul jauh. Kami memang menang mudah di Asian Games 2014 atas Xu/Ma, namun saat itu keadaannya berbeda. Selain faktor angin, Xu/Ma kala itu seperti under pressure, kali ini mereka lebih relaks,” tutur Liliyana yang bersama Tontowi membawa pulang prize money sebesar 22,800 dollar AS sebagai runner up.

Tontowi/Liliyana yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak final turnamen berhadiah total 600 ribu dollar AS ini, mengatakan ada sedikit tekanan dengan menjadi satu-satunya harapan untuk membawa pulang gelar. Hal ini dikarenakan keduanya tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk Merah-Putih. Namun seperti diungkapkan pasangan Juara Dunia 2013 ini, lawan juga tampil lebih siap dari mereka.

Peraih gelar hattrick di All England 2012, 2013 dan 2014 ini juga mengatakan bahwa persiapan yang cukup singkat jelang terbang ke Odense menjadi salah satu faktor penentu. Tontowi/Liliyana pun bersyukur dengan pencapaian mereka ke partai puncak, meskipun diakui mereka bahwa ada rasa penasaran setelah tiga kali menjajaki final di turnamen ini namun belum berhasil membawa pulang medali emas.

“Penyebab kekalahan kami hari ini kurang lebih sama dengan sebelumnya, Xu/Ma memang musuh bebuyutan kami. Sebetulnya kami sudah tampil lebih tenang dibanding pertemuan sebelumnya dengan mereka, namun kali ini kami terbawa irama permainan mereka,” jelas Tontowi.