Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Hong Kong Open Super Series 2014] Praveen Petik Pengalaman Berharga
21 November 2014
[Hong Kong Open Super Series 2014] Praveen Petik Pengalaman Berharga
 
 

Atlet muda besutan PB Djarum, Praveen Jordan yang turun di Hong Kong Open Super Series 2014, bersama dengan Liliyana Natsir mengaku memetik pengalaman berharga. Praveen/Liliyana harus terhenti di babak kedua, usai mereka gagal mengatasi unggulan ketiga, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan 18-21 dan 11-21.

“Cik Butet orangnya membimbing banget, saya menikmati berpasangan dengan dia. Seharusnya saya bisa memanfaatkan momen berpasangan dengan dia sebaik-baiknya, namun sayang kami harus kalah,” kata Praveen kepada badmintonindonesia.org.

“Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari kesempatan berpasangan dengan cik Butet. Diantaranya adalah bahwa komunikasi itu penting. Di game kedua walau kami ketinggalan jauh, dia terus memberi dukungan kepada saya dan kami terus berkomunikasi. Tidak ada beban sama sekali berpasangan dengan cik Butet, walaupun dia lebih senior dari saya,” tuturnya menjelaskan.

Disisi lain, Liliyana mengaku salah satu faktor kekalahan mereka adalah masih kurangnya adaptasi dan kekompakan mereka di lapangan. Terlebih lagi, inilah turnamen pertama mereka dipasangkan bersama. Hal ini pun seakan menjadi angin segar bagi Chris/Gabrielle yang memang sudah lama berpasangan dan tengah tampil baik, dimana mereka berhasil tampil solid dan sulit untuk ditaklukan.

“Memang masih agak kagok ya, tadi beberapa kali raket kami beradu saat berebut mengambil bola di tengah lapangan. Selain itu, rekor pertemuan Praveen melawan Duo Adcock juga kurang bagus. Sebelumnya saat berpasangan dengan Vita (Marissa) dan Debby (Susanto) juga pernah kalah,” kata Liliyana.

“Di game pertama kami sudah bisa mengatur ritme, tetapi begitu kehilangan poin beruntun, Praveen jadi goyang. Beberapa kali bola atas yang menjadi kelebihannya tidak dapat menembus lawan dan dia jadi ragu-ragu. Saya sampaikan pada dia untuk rileks saja, mungkin dia mau tampil bagus dan perfect tetapi tidak sesuai harapan, jadi dia tidak bisa mengontrol dirinya dan ini kelihatan sekali di lapangan. Praveen harus banyak belajar lagi dan cari pengalaman bertanding lebih banyak lagi,” pungkasnya.