Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > Serena : 'Ingin Bisa Main di Olimpiade'
23 Februari 2012
Serena : 'Ingin Bisa Main di Olimpiade'
 
 

Serena Kani adalah salah satu anggota keluarga baru PB Djarum. Putri pertama pasangan Denny Kantono dan Herlin Widyawati baru saja bergabung pada bulan Januari lalu. kini, ia tengah berlaga di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Kalimantan Open di nomor tunggal dan ganda pemula putri.

Dipertandingan yang berlangsung kemarin (22/2), Serena harus bertarung tiga game untuk menghentikan atlet asal PB Exist, Anissa Syifa Oktaviani. Unggul 21-14, Serena kalah 17-21 di game kedua sebelum akhirnya meraih babak ke 16 besar dengan unggul 21-12.

Tadi seharusnya saya bisa menang dua game langsung, tetapi saat di game kedua saya tidak bisa beradaptasi dengan lapangan yang berangin, jadi mainnya tidak terlalu bagus,” ujarnya.

Di babak ketiga nanti, atlet yang akrab disapa Seren ini akan berhadapan dengan Ersa Narulia dari PB Jaya Raya Az Zikra yang menang mudah 21-10 dan 21-12 atas Injilia P Rumambi dari Pusdiklat Jaya Raya.

Atlet yang lahir 7 September 1999 ini mengungkapkan bahwa kecintaannya pada bulutangkis berawal dari sang ayah, yang juga mantan atlet nasional yang kerap membawanya ke tempat latihan. “Dulu suka diajak papa main ke PB Djarum, disana pegang raket dan mulai tertarik sama bulutangkis,” kenangnya.

Akhirya ia pun bergabung dengan sebuah klub yang tidak bernama dekat rumahnya di Jakarta, sampai akhirnya ia bergabung bersama dengan CWIBC yang kini berganti nama menjadi SCW. Kecintaannya akan bulutangkis memang berasal dari sang ayah. Ia pun mengakui bahwa dirinya ingin bisa berprestasi lebih dari sang ayah.

Aku main bulutangkis awalnya ingin seperti papa, jalan-jalan terus keluar negeri, juara-juara, awalnya hanya main-main tapi akhirnya malah senang dengan bulutangkis,” lanjutnya.

Seren sendiri sejauh ini sudah mengumpulkan beberapa prestasi terbaik, diantaranya adalah semifinalis Djarum Sirnas Jakarta 2011 lalu. Namun karena itu pertama kalinya ia masuk semifinal, dan dengan penonton yang cukup banyak, Seren mengaku tidak bisa tampil maksimal dan akhirnya kalah. Kemudian, di turnamen Singapore Youth 2011 lalu, ia sanggup menginjakkan kaki di semifinal.

Waktu di jakarta tegang, penontonnya kebanyakan, apalagi itu baru pertama kali aku masuk semifinal,” pungkasnya.