Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > Elizabeth Purwaningtyas Tembus Babak Final
06 November 2011
Elizabeth Purwaningtyas Tembus Babak Final
 
 

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Elizabeth Purwaningtyas berhasil menerobos partai puncak pada Kejuaraan Dunia Yunior 2011 yang berlangsung di China Taipei. Pemain berperingkat 274 dunia ini mampu menumbangkan unggulan kedua tunggal putri Carolina Marin dari Spanyol.

Perjuangan pebulutangkis putri Indonesia ini perlu di beri apresiasi. Pemain yang dikalahkannya di babak semifinal merupakan salah satu pemain masa depan dunia. Ia sering berkiprah di turnamen sekelas Grand prix dan bahkan super series. Peringkat dunianya pun jauh diatas pemain putri Indonesia. Carolina saat ini berada di peringkat 29 dunia dan ia pernah mengalahkan pemain sekelas Eriko Hirose dari Jepang. Perjuangan Elizabeth di babak semifinal menunjukkan ketahanan fisiknya yang cukup prima. Sepanjang satu jam enam belas menit ia dipaksa bermain di karpet hijau oleh pemain Spanyol. Pertandingan ini pun menjadi pertandingan terpanjang pada babak semifinal.

Menyadari kemampuan lawan yang memiliki smes keras, Elizabeth bermain cerdik. Ia jarang mengangkat bola. Ia lebih sering memainkan bola di depan jaring. Pada game pertama, pemain tunggal putri Indonesia ini bisa memimpin perolehan angka termasuk sampai jeda game pertama dengan 11-9. Sempat unggul 17-15, pemain Spanyol bisa menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Angkapun bergerak rapat sampai pada posisi 21-21. Game pertama bisa didapatnya setelah sisa dua angka bisa di rebutnya dan membuat kedudukan menjadi 23-21 buat Elizabeth.

Di game kedua, pemain Spanyol mulai bisa mendikte permainan Elizabeth. Ia langsung melesat dengan 17-10. Tetapi pemain putri Indonesia ini tidak menyerah begitu saja. Dalam satu kali service ia bisa mendapat tambahan tujuh angka secara berturut-turut dan menjadikan angka sama 17-17. Sayang nasib baik belum memihak pemain Indonesia. Pebulutangkis Spanyol bisa mendapat tambahan empat angka dan menutup game kedua dengan 21-17 sekaligus memaksa pertandingan berjalan rubber game.

Pada game penentuan, pendukung Indonesia yang menjadi penonton sempat di buat khawatir. Sejak game ketiga di mulai, pemain Spanyol mampu mendapatkan banyak angka termasuk saat perpindahan tempat, ia memimpin dengan 11-6. Setelah perpindahan tempat, pemain putri Indonesia mulai kembali menemukan bentuk permainannya. Lambat laun dengan perjuangan yang tak mengenal lelah serta setelah mendapat arahan dari pelatih, ia mulai bisa mengejar ketertinggalannya. Dan ia pun berhasil membuat angka sama menjadi 14-14. Dua kali angka sama samapai 16-16, Elizabeth balik memimpin dengan 19-16. Sempat di dekati oleh pemain Spanyol dengan 19-18, Elizabeth akhirnya bisa merebut game penetuan dengan 21-18 dan mengantarnya menempati partai puncak.

Lawan yang akan dihadapinya pada babak final akan adalah lawan yang sangat berat. Bocah ajaib berusia 16 tahun asal Thailand Rathcanok Inthanon menjadi lawan sesungguhnya bagi Elizabeth. Rathcanok Inthanon yang saat ini berada pada peringkat 13 dunia, pada tahun lalu bisa menjadi juara pada turnamen kelas senior. Ia menjadi juara pada Turnamen Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 dan juga Vietnam Grand Prix 2010. Di tahun ini, ia sempat menjadi semifinalis pada Denmark Super Series, serta menjadi finalis Yonex Chinese Taipei Open. Pemain Indonesia seperti Maria Febe Kusumastuti dan Fransiska Ratnasari pernah dikalahkannya. Korban lainnya adalah juara All England 2011 Tine Baun dari Denmark. Sebagai under dog Elizabeth tak mempunyai beban sama sekali. Beban justru datang dari pemain Thailand yang merupakan juara tahun lalu. Kesempatan untuk bisa mebawa pulang gelar juara tunggal putri masih terbuka.

Di tunggal putra akan terjadi real final. Dua unggulan teratas akan saling berhadapan. Unggulan utama dari Denmark Viktor Axelsen akan bertemu dengan Zulfadli Zulkifli dari Malaysia. (AR)