Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Kilas Balik 2014] Vita Marissa, Masih Tetap Berprestasi
01 Januari 2015
[Kilas Balik 2014] Vita Marissa, Masih Tetap Berprestasi
 
 

Sudah belasan tahun nama Vita Marissa menghiasai berbagai turnamen internasional bulutangkis. Ia yang berhasil bergabung dengan Pelatnas di tahun 1996 ini memang sudah tak lagi muda, tetapi usia tampaknya tak menjadi halangan bagi Vita untuk terus meraih gelar demi gelar.

Selepas “membawa” Praveen Jordan ke kancah bulutangkis dunia di tahun 2013 lalu, Vita kembali berpasangan dengan Muhammad Rijal, atlet spesialis ganda yang pernah ia bawa menjadi juara Japan Open Super Series di tahun 2008 lalu. Keduanya kini tak lagi bernaung di Pelatnas, dan berbendera PB Djarum, tetapi keduanya masih sanggup berbicara di turnamen international.

Nama besar Vita dan Rijal, tak lantas membuat jalan mereka mulus. Di pentas dunia, mereka akhirnya baru bisa meraih gelar pertamanya pada bulan April, dimana mereka berhasil menjadi juara di Osaka International Challenge Badminton Championship 2014. Di babak final mereka bahkan membabat unggulan pertama dari Korea Selatan Choi Sol Kyu/Chae Yoo Jung.

Bersama Rijal, total Vita mengumpulkan tiga gelar juara. Kedua gelar lainnya berhasil ia raih di US Grand Prix Gold, dan Vietnam Open Grand Prix. Vita tak hanya berpasangan dengan Rijal, ia pun turun di nomor ganda putri bersama Shendy Puspa Irawati. Dimana Amerika Serikat menjadi saksi bisu dari kehebatan seorang Vita, di usianya yang hampir mendekati 33 tahun, Vita sukses mengawinkan gelar ganda campuran dengan ganda putri.

Vita Marissa/Shendy Puspa Irawati, Juara Indonesian Masters Grand Prix Gold

Vita sebenarnya memiliki peluang yang sama di Indonesian Masters Grand Prix Gold, sayang usai menjadi juara di nomor ganda putri bersama Shendy, ia gagal meraih gelar keduanya di ganda campuran, setelah di partai puncak, Rijal/Vita menyerah ditangan juniornya, Riky Widianto/Richi Puspita Dili.

Vita memang kerap memberikan isyarat untuk gantung raket, tetapi sepertinya kehausannya untuk bisa menorehkan prestasi masih bisa terus mendorongnya bermain di kancah bulutangkis internasional. (IR)