
Pebulutangkis muda Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa kembali berhasil menembus babak utama di kejuaraan sekelas Super Series. Kesuksesan pemain yang pada bulan November nanti genap berusia 20 tahun didapat setelah ia memenangi dua laga di babak kualifikasi hari ini (15/9).
Bertanding di babak pertama kualifikasi, ia menggulung pemain senior Jepang Kenichi Tago. Unggulan ke-4 kualifikasi ini di kalahkan Ihsan dalam dua game 21-19, 21-17.
Tak lama berselang ia pun harus menjalani babak final kualifikasi. Kali ini ia berhadapan dengan pemain Korea Selatan yang pernah mengalahkannya dua kali, yakni Kwang Hee Heo. Pemain Korea ini yang juga mengalahkan Lee Chong Wei di babak pertama kualifikasi.
Ihsan yang sempat tertinggal di hingga jeda game pertama, akhirnya bisa membalikkan keadaan dan menang dengan 21-17. Di game kedua pertandingan berjalan ketat. Dimulai dari angka sama 11-11, perolehan angka keduanya selalu rapat. Beruntung pada angka 19-19, Ihsan berhasil menutup game kedua dengan 21-19. Dengan kemenangan ini, Ihsan merubah rekor pertemuan mereka berdua menjadi 1-2, masih dimenangi oleh pemain Korea Selatan.
“Tadi Heo habis lawan Lee Chong Wei mungkin merasa jadi lebih diatas angin. Saya pernah di posisi itu, setelah mengalahkan pemain besar, terus ketemu lawan yang biasa-biasa saja, pasti jadi lengah. Hal ini yang saya manfaatkan tadi, Apalagi dua kali berhadapan dengan pemain Korea itu, saya selalu kalah. Saya main lepas aja tadi,” ungkap Ihsan kepada badmintonindonesia.org.
Keberhasilan Ihsan ke babak utama, menggenapi tiga pemain tunggal putra Indonesia yang lebih dahulu masuk babak utama. Hanya saja kembali ia akan menghadapi Marc Zwiebler di babak pertama. Pemain asal Jerman yang memiliki peringkat 14 dunia pernah di kalahkan Ihsan di babak pertama Japan Open Super Series 2015.
Menanggapi lawan yang akan di hadapinya besok, Ihsan pun hanya ingin tampil bagus. “Saya mau main bagus aja buat besok. Karena kan nggak ada yang tahu, kemarin bisa menang lawan Zwiebler, terus besok hasilnya bagaimana. Yang sekarang saya hitung kosong-kosong aja dulu. Hasil kemarin di Jepang tida usah dianggap lagi, jangan sampai saya terlena karena pernah mengalahkan Zwiebler,” lanjutnya.
“Yang penting di persiapkan mental saya. Harus bagus di lapangan,” sambungnya.
Keberhasilan Ihsan sayangnya tidak di ikuti oleh rekannya Antony Ginting. Setelah menang di babak pertama kualifikasi dari Dong Hoon Kim dengan 19-21, 21-19, 21-17, pemain yang biasa di sapa dengan Ginting ini kalah di babak final kualifikasi dari pemain Jepang, Riichi Takeshita dengan 15-21, 21-17, 16-21. (AR)
