
Dua ganda putra Indonesia yang bertanding di grup A pada kejuaraan bulutangkis Dubai World Superseries Final 2016 belum bisa memetik kemenangan dari lawan-lawannya. Pada pertandingan kedua, baik Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon maupun Angga Pratama/Ricky Karanda harus menelan pil pahit.
Kevin/Marcus sepertinya belum bisa menguasai keadaan saat bertemu pasangan Denmark Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Colding. Usai menyerah 12-21 di game pertama, Kevin/Marcus memiliki kesempatan untuk merebut game kedua. Sayang, usai angka sama 18-18 rupanya keberuntungan belum memihak kepada juara China Open Super Series Premier 2016. Kevin/Marcus menyerah dengan 19-21.
“Dari awal kami tertekan terus, lawan juga mungkin lagi in. tapi pas poin 18-18, sebenarnya lawan sudah sempat menyentuh shutlecock, sayang wasit nggak melihat. Harusnya itu poin buat kami. Saat poin kritis, satu poin saja jadi penting banget buat kami,” ujar Kevin seperti yang di utarakan pada badmintonindonesia.org
Dengan hasil ini membuat posisi Kevin/Marcus terjepit di Grup A. Mereka menduduki peringkat tiga untuk sementara. Jika ingin maju ke babak semifinal, mau tak mau Kevin/Marcus harus memenangi pertandingan terakhir melawan ganda Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Posisi pertemuan terbaru kedua pasangan ini masih berujung imbang 1-1. Kevin/Marcus menang di pertemuan pertama di kejuaraan Malaysia Masters 2016.
“Lebih siap lagi buat besok. Karena penentuan juga lawan Jepang besok,” sambung Kevin.
Sementara itu harapan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi untuk bisa menembus babak semifinal kandas, meski besok masih ada pertandingan terakhir di Grup A menghadapi ganda Denmark Conrad Petersen/Mads Pieler Colding, karena ganda Indonesia yang saat ini menduduki peringkat delapan dunia sudah menelan dua kali kekalahan. Kekalahan terakhir terjadi hari ini (15/12) saat menjamu ganda dari Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan 15-21, 9-21. (AR)
