Audisi Djarum tahapan dua pun sudah berakhir pada hari Kamis (3/9) sore bertempat di Gor Djarum Jati Kudus. Para pemenang finalis di kategori U-13 dan U-15 putri, serta semifinalis di kategori U -13 dan U-15 putra otomatis lolos ke Grand Final sebanyak 12 orang peserta. Ditambah dengan 17 peserta yang mendapat super tiket.
Indonesia International Challenge 2015 sudah memasuki babak kedua. Di nomor ganda campuran, 16 besar mempertemukan sesama wakil Indonesia asal PB Djarum. Akbar Bintang Cahyono/Ristya Ayu Nugraheny yang sebelumnya menghentikan unggulan enam, Kim Dukyong/Kim Hye Rin dari Korea, berjumpa dengan Tedi Supriadi/Ririn Amelia yang merangkak dari babak kualifikasi.
Ganda campuran PB Djarum yang baru kedua kalinya turun bersama, Angger Sudrajad/Jenna Gozali sukses membuat kejutan di Indonesia International Challenge 2015. Di babak kedua yang digelar pada Kamis (3/9) siang, Angger/Jenna melaju ke perempat final usai hentikan Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia wakil Indonesia dari Pelatnas.
Kalau melihat peserta di kota Kudus mencapai hampir 1000 orang. Jika dibandingkan dengan delapan kota lainnya. Ini bertanda antusias masyarakat terhadap olahraga bulutangkis masih di minati. Johan Wahyudi salah satu legenda bulutangkis era 70-an mengatakan jika melihat antusias peserta di kota Kudus sangat besar. Mereka datang dari berbagai penjuru.
Kejuaraan bulutangkis GMC Astec Open XI akan kembali dilaksanakan pada tanggal 6-12 September 2015. Kejuaraan yang digagas alumni PB Djarum Alan Budi Kusuma dan istrinya yang juga legenda bulutangkis putri Indonesia Susy Susanti ini diikuti 91 klub nasional dan 3 negara asing (Thailand, Jepang, India). Klub PB Djarum merupakan salah satu klub yang akan berpartisipasi di Kejuaraan ini.
Harus diakui, Kota Kudus yang dikenal sebagai markas PB Djarum, merupakan magnet bagi para calon pebulutangkis masa depan Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta audisi PB Djarum yang hampir mencapai angka 1000 orang selama beberapa hari terakhir. Dibandingkan dengan jumlah peserta di kota-kota lain yang hanya mencapai angka 300 orang, tentu saja jumlah peserta audisi di Kudus, mencerminkan betapa kuatnya magnet bulutangkis di klub ini.
