Bertempat di GOR Dempo-Palembang, Jumat siang (27/2) digelar pertandingan semifinal Djarum Sirnas Palembang 2015 di nomor ganda campuran remaja. Pasangan Feisal Wiranto/Agatha Imanuela berhasil menuju ke babak final, setelah rekannya di klub PB Djarum, Aliev Cahaya Utama/Era Dzulzilati Malikul Mulki Wal Ikromi mundur dari pertandingan ketika poin di 9-11 pada game kedua.
Meski masih dalam masa berkabung atas meninggalnya sang Ayahanda, tak membuat Berry Angriawan pemain ganda putra Indonesia tampil labil. Berry Angriawan yang berpasangan dengan Ryan Agung Saputra justru tampil memukau di babak kedua kemarin (26/2).
Kejutan besar mewarnai hari ketiga kejuaraan bulutangkis German Open Grand Prix Gold 2015. Babak kedua ganda putri memunculkan nama Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari sebagai penakluk terbesar pada kejuaraan yang menyediakan hadiah total US$ 120.000,-.
PB Djarum saat ini tengah mencoba ramuan baru. Pemain-pemain senior tengah dicoba dipadukan dengan pemain-pemain junior. Sebut saja Vita Marissa. Siapa yang tidak kenal dengan pemain putri spesialis ganda ini. Vita kini tengah di uji coba dipadukan dengan pemain yang baru beranjak masuk kelas senior, Jeka Wiratama.
Tak sia-sia PBSI mengirim pemain-pemain muda ke Eropa untuk mengikuti kejuaraan Austrian Open 2015. Berbekal beberapa gelar juara yang diraih di kejuaran yang menyediakan hadiah total US$ 15.000,- peringkat dunia para pemain Indonesia terdongkrak. Peringkat dunia yang naik signifikan terlihat pada dua ganda campuran lapis kedua Indonesia. Juara dan Runner up Austrian Open 2015 melesat naik dan semakin mendekati peringkat dua puluh lima besar dunia.
Dionysius Hayom Rumbaka harus menunggu sampai partai terakhir babak 16 besar German Open 2015 untuk bisa mengetahui lawannya di semifinal hari ini (27/2). Hayom sudah terlebih dahulu memastikan diri untuk berlaga di babak perempat final turnamen yang berlabel Grand Prix Gold itu.
