Nama dan wajah wartawan senior, Daryadi sudah banyak dikenal oleh publik. Apalagi ia sering muncul sebagai komentator dan juga pembawa acara siaran khusus bulutangkis di berbagai media televisi. Tak hanya dunia bulutangkis saja, ia pun melebarkan sayapnya dengan menjadi komentator olahraga bola voli di acara Pro Liga. Lebih dari itu, ia berani menerbitkan majalah khusus bulutangkis di saat media cetak mulai tergerus dengan kemajuan teknologi media berbasis internet.
Legenda pebulu tangkis putri Indonesia kelahiran Bandung 7 Maret 1960 Ivana Lie pada eranya tahun 1980an berhasil menjejaki tiga sektor sekaligus. Di sektor tunggal putri Ivana mampu meraih dua gelar juara pada ajang SEA Games di tahun 1979 dan 1983.
Sejak bergulirnya kejuaraan Thailand Open pada tahun 1984, pebulu tangkis Indonesia seperti Christian Hadinata, Alan Budikusuma, Denny Kantono, Sigit Budiarto, Icuk Sugiarto dan serta pemain muda lainnya pernah merasakan menaiki podium juara.
Menjadi bagian dari catatan sejarah pastinya akan menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi sejarah yang ditorehkan merupakan tinta emas perjalanan kejayaan bulu tangkis Indonesia. Rasa inilah yang masih tersimpan di hati wartawan senior, Daryadi. Ia yang kerap tampil wara wiri pada layar televisi sebagai komentator siaran bulu tangkis menuturkan bagaimana dirinya bangga menjadi saksi hidup kejayaan bulutangkis Indonesia.
Sejak tahun 2017 lalu, mantan pemain Pelatnas PBSI Cipayung yang juga asuhan PB Djarum, Arya Maulana, menjadi pelatih di salah satu klub bulu tangkis di New Jersey, Amerika Serikat. Tak hanya melatih, Arya sesekali mengikuti turnamen lokal maupun international di negeri “Paman Sam” tersebut.
Sejak tahun 1950an hingga tahun sekarang, olahraga tepok bulu masih menjadi olahraga paling mengharumkan nama Indonesia di kanca dunia. Dan tidak bisa dipungkiri kalau banyaknya prestasi bulu tangkis datang dari para pebulu tangkis bersaudara. Sebut saja ke tiga bersaudara asal Kudus.
