Di era tahun 90-an ada seorang pemain asal Indonesia yang terkenal dengan keuletannya. Ia bermain bulutangkis dengan gayanya yang ultra defensif. Dengan kekuatan fisik yang dimiliki, ia mampu mengejar shutlecock yang berlari ke penjuru lapangan. Dia adalah Ardy Bernadus Wiranata, mantan pemain binaan PB Djarum.
Lama tidak mendengar kabar dari mantan pemain bulutangkis nasional Muhammad Rijal. Rijal seolah-olah menghilang dari dunia bulutangkis. Padahal pemain jebolan PB Djarum ini sempat menjadi runner up pada kejuaraan World Junior Champhionships 2004 bersama dengan Greysia Polii.
Keberhasilan atlet besutan PB Djarum Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di ajang All England Open 2020 lalu, menjadi harapan baru bagi seluruh pencinta bulu tangkis Tanah Air. Kini, mau tak mau mereka menjadi salah satu atlet Indonesia yang diharapkan bisa menjadi generasi penerus kejayaan bulu tangkis Indonesia.
Apresiasi Kembali diberikan Bakti Olahraga Djarum Foundation bagi atlet PB Djarum berprestasi. Kali ini, apresiasi tersebut diberikan kepada ganda campuran peringkat empat dunia, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti, yang baru saja juara di kejuaraan bulutangkis bergengsi, All England Open 2020 pertengahan Maret lalu.
Dalam setiap pertandingan bulutangkis, terkadang pemain yang tengah bertanding merasa tidak puas dengan keputusan hakim garis atau wasit yang memimpin pertandingan. Dulu, pemain hanya bisa pasrah dengan hasil keputusan yang dibuat oleh sang pengadil lapangan. Tetapi kini, pemain memiliki kesempatan untuk melihat tayangan ulang instan dengan teknologi Hawk Eye atau yang dalam bulutangkis lebih dikenal dengan sebutan “Challenge”. Tidak hanya pemain, Wasitpun rupanya dapat mengajukan Challenge j
Usai keluar dari Pelatnas akhir tahun 2013 lalu, mantan pebulu tangkis binaan PB Djarum kelahiran Surabaya Jenna Gozali sempat membaktikan dirinya membantu melatih juniornya selama dua tahun, karena cidera lutut di kaki kiri dan kanannya akhirnya Jenna memutuskan untuk beristirahat.
