Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [All England] Owi/Butet Akhiri Penantian 33 Tahun
14 Maret 2021
[All England] Owi/Butet Akhiri Penantian 33 Tahun
 
 

Butuh waktu lama bagi Indonesia untuk bisa merebut gelar juara ganda campuran kembali di kejuaraan sebesar All England. Indonesia harus menanti selama 33 tahun agar gelar All England dari sektor ganda campuran tersebut bisa terbang ke tanah air. Adalah pasangan ganda campuran fenomenal Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang bisa memutus kebuntuan gelar.

Pertama kali Indonesia merasakan gelar juara All England dari ganda campuran pada tahun 1979 melalui pasangan Christian Hadinata/Imelda Wiguna. Sesudah itu, belum pernah lagi ada pasangan ganda campuran Indonesia yang bisa merebutnya. Sebenarnya Christian/Imelda mempunyai kesempatan memborong gelar tambahan pada tahun-tahun berikutnya. Sayang, pada tahun 1980 dan 1981 mereka harus puas duduk sebagai runner up setelah kalah dari ganda Inggris, Mike Tredgett/Nora Perry.

Tahun 1997, usaha Tri Kusherjanto/Minarti Timur juga kandas di babak final di tangan ganda Tiongkok, Liu Yong/Ge Fei. Di era tahun 2000an, Liliyana Natsir mulai menunjukkan taringnya. Dua kali bersama Nova Widianto berada di partai puncak. Usaha pertama kali terjadi pada babak final tahun 2008, tetapi perjuangannya kandas. Ganda Tiongkok Zheng Bo/Gao Ling yang menggagalkanya. Untuk kedua kalinya, Nova/Liliyana lolos ke babak final pada tahun 2010, tetapi masih juga belum berhasil. Lagi-lagi mereka dikalahkan ganda Tiongkok. Ganda Tiongkok yang mengalahkannya kali ini adalah Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Haus gelar juara akhirnya terhenti. Liliyana Natsir pada usaha ketiganya di babak final yang memutus mata rantai kehampaan gelar juara. Liliyana Natsir yang pada tahun 2012 menggandeng Tontowi Ahmad sebagai pasangan tetapnya, muncul sebagai juara. Pasangan yang biasa dipanggil Owi/Butet ini menang di babak final dari pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Bagi Indonesia, jelas ini merupakan gelar pelepas dahaga. Bisa dibayangkan, bagaimana Indonesia harus menunggu lebih dari tiga dasa warsa untuk bisa mendapatkan kembali gelar bergengsi. Dan yang bisa melakukannya adalah pasangan Owi/Butet.

Hebatnya lagi, Owi/Butet tidak hanya sebagai pendobrak sejarah tetapi kembali meraih gelar juara di All England di dua tahun berikutnya. Mereka mencetak hatrick dengan merebut gelar secara berturut-turut di tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 2013, Owi/Butet membawa pulang gelar juara dengan mengalahkan ganda kuat Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei pada babak puncak. Owi/Butet menjadi sangat perkasa di All England. Gelar ketiga Owi/Butet dari All England diperoleh pada tahun 2014. Owi/Butet lagi-lagi mengalahkan musuh bebuyutannya, Zhang Nan/Zhao Yunlei di babak final. (AR)