Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > China Perkasa
06 Agustus 2012
China Perkasa
 
 

China memastikan diri menjadi negara pertama yang berhasil menyapu bersih seluruh medali emas cabang olahraga Bulutangkis pada olimpiade London 2012. Dalam sejarah bulutangkis di olimpiade, baru kali ini ada satu negara yang berhasil memborong seluruh medali emas. Bahkan pemain spesialis ganda China Zhao Yunlei berhasil merebut dua keping medali emas dari dua nomor yang berbeda.

Keberihasilan China di awali di nomor ganda campuran. Dua pasang ganda campuran China saling berjibaku di babak final. Hal ini membuat kontingen China langsung bisa merebut tambahan medali emas dan satu medali perak dari cabang olah raga Bulutangkis. Zhang Nan/Zhao Yunlei sukses menghentikan rekannya Xu Chen/Ma Jin, hanya dalam dua game saja, 21-11, 21-17. Keberhasilan ganda China yang menempati unggulan utama ini sekaligus mematahkan mitos yang beredar di ganda campuran. Menilik ajang olimpiade terdahulu, baru kali inilah unggulan pertama ganda campuran bisa merebut medali emas.

Lagi-lagi China mendulang tambahan satu medali emas melalui nomor tunggal putri. Duo China saling berhadap-hadapan untuk merebut medali emas. Wang Yihan, pemain putri nomor satu dunia bertemu rekannya Li Xuerui. Di luar dugaan Li Xuerui yang hanya menempati peringkat tiga dunia berhasil menggagalkan aksi pemain jangkung dengan tinggi 178 cm. Li Xuerui menang dengan rubber game, 21-15, 21-23, dan 21-17. Sementara itu Saina Nehwal menjadi pemain di luar China yang berhasil merebut medali di tunggal putri. Saina Nehwal menggulung andalan China Wang Xin pada perebutan medali perunggu. Keberhasilan pemain India mengingatkan kita kepada Maria kristin Yulianti, pada olimpade Beijing 2008 lalu. Masa itu, Maria juga menjadi satu-satunya pemain di luar tunggal putri China yang berhasil merebut medali.

Zhao Yunlei mencatatkan diri ke dalam sejarah sebagai pemain bulutangkis pertama yang mampu merebut dua medali emas sekaligus. Hal ini dipastikan setelah dalam partai final ganda putri, berhasil mempersembahkan medali emas bagi negaranya. Berpasangan dengan Tian Qing, ia sukses menghentikan pasangan ganda putri dari Jepang Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa 21-10, 25-23. Valeri Sorokina/Nina Vislova seperti mendapat durian runtuh merebut medali perunggu. Keberhasilan ganda putri Jepang dan Rusia merebut medali diluar China membuat peta peraih medali ganda putri berubah dari yang selama ini di kuasai oleh China dan Korea Selatan.

Pertarungan klasik antara Lin Dan dan Lee Chong Wei tak terhindarkan. Dua pemuncak tunggal putra dunia bertemu dalam partai final. Final tunggal putra Olimpiade London, menjadi partai final ulangan Olimpiade Beijing 2008. Inilah pertandingan yang paling di tunggu-tunggu oleh para pecinta bulutangkis. Partandingan berkelas dan penuh gengsi ini akhirnya di menangkan kembali oleh tunggal putra terbaik China, Lin Dan, 15-21, 21-10 dan 21-19 . Sudah menjadi suratan tangan bagi Lee Chong Wei yang hanya bisa menjadi juara di berbagai super series tapi belum pernah bisa menggenggam medali emas olimpiade.

Keberhasilan China dilengkapi dengan kemenangan ganda putra Cai Yun/Fu Haifeng. Dalam partai puncak, unggulan utama ganda putra ini menghentikan wakil Eropa Mathias Boe/Carsten Mogensen dalam dua game saja 21-16, 21-15. Bagi Cai Yun/Fu Haifeng, medali emas di olimpiade London merupakan peningkatan bagi mereka. Pada Olimpiade Beijing 2008 lalu mereka hanya mampu mendapat medali perak setelah di kalahkan andalan Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan pada babak final. (AR)