Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN NASIONAL > [Djarum Badminton All Stars 2013] Pertandingan Eksibisi Hibur Penonton
02 Juni 2013
[Djarum Badminton All Stars 2013] Pertandingan Eksibisi Hibur Penonton
 
 

Ratusan masyarakat yang hadir di GOR Sudiang, Makassar, Sabtu (1/6), sukses mendapat hiburan menarik dari aksi legenda dan bintang bulutangkis Indonesia dalam acara Djarum Badminton All Stars 2013. Tiga pertandingan yang terdiri dari partai ganda campuran, ganda putra dan 3 on 3, berhasil menarik animo masyarakat banyak.

Acara ekshibisi merupakan acara penutup dari Djarum Badminton All Star yang berlangsung dua hari. Sebelumnya telah dilaksanakan coaching clinic pelatih dan anak-anak. Untuk coaching clinic anak-anak, menyertakan sebanyak sekitar 200 anak yang dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama untuk anak-anak yang berumur 13-15 tahun dilanjutkan untuk kategori usia 10-12 tahun. Calon-calon pebulutangkis masa depan yang datang dari berbagai kota di Sulawesi Selatan ini dapat menimbah pengalaman langsung dari para legenda bulutangkis Indonesia. Legenda kawakan Christian Hadinata hadir bersama pemain legenda lainnya di antaranya Rudy Heryanto Saputra, Hastomo Arbi, Eddy Hartono, Haryanto Arbi, Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Candra Wijaya, Sigit Budiarto, Antonius, Lius Pongoh, Richard Mainaky, Marleve Mainaky, Rosiana Tendean, Maria Kristin dan Vita Marissa.

Sementara, Pertandingan ekshibisi dibuka dengan partai ganda campuran yang mempertemukan pasangan PB Djarum, Praveen Jordan/Vita Marissa dengan atlet terbaik Sulawesi Selatan, Randy Prakasa/Fifit Amila. Meski kalah dua game langsung, 21-18 dan 21-15, Randy/Fifit mengaku senang bisa berpartisipasi.


"Kalau harus dibandingkan, secara kualitas jelas kami masih jauh di bawah. Tapi kami senang bisa ketemu Praveen/Vita, mereka pengalamannya bagus, kita sekalian belajar," ungkap pasangan yang pernah meraih gelar Juara pada Kejurda 2012 di Palopo.

Ditambahkan oleh Randy, ia pun mengaku bangga karena Djarum Badminton All Star 2013 diadakan di kota mereka. Ia berharap acara ini bisa memotivasi banyak teman mereka untuk bisa berprestasi dan memberikan yang terbaik kepada daerah masing-masing.

Pertemuan mantan juara dunia, Candra Wijaya/Sigit Budiarto dengan Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky menjadi partai menarik berikutnya. Reuni kecil ini menyuguhkan pertunjukkan menarik dengan "drama di lapangan" dan aksi pukulan andalan dari masing-masing pemain. Dilangsungkan dalam satu game saja, Candra/Sigit akhirnya turun sebagai juara dengan skor, 21-15.

"Pertandingan ini jadi obat temu kangen buat kami. Untuk hiburan penonton saja. Karena kalo main beneran, mungkin kami sudah tidak kuat. Walaupun, kalau ditanya sebenarnya keinginan untuk main masih menggebu-gebu," kata Ricky ditemui usai acara. "Salut dengan Djarum Foundation. Luar biasa bisa mengumpulkan begitu banyak legenda bulutangkis Indonesia," tambah Ricky.


Rexy Mainaky yang saat ini menjadi tim pelatih sekaligus pembinaan prestasi atlet nasional, turun dua game pada pertandingan eksibisi ini. Setelah unjuk kebolehan dengan partnernya, Ricky Soebagdja, di partai ketiga ia hadir dalam laga antara Keluarga Mainaky dan Keluarga Arbi.

Keluarga Mainaky diperkuat Richard Mainaky, Rexy Mainaky dan Marleve Mainaky. Sementara keluarga Arbi turun dengan Hastomo Arbi, Eddy Hartono dan Haryanto Arbi. Pertandingan ini menjadi pertunjukkan menarik lainnya, yang memancing keriuhan penonton di GOR Sudiang. Pukulan-pukulan ajaib yang menjadi ciri khas mereka, masing-masing diperlihatkan satu-satu, di tengah pertandingan.

"Dua kali main capek ketawa, tapi karena senang hati, jadi tidak kerasa capek. Kami bersenang-senang di lapangan untuk menghibur penonton yang hadir," ujar Rexy. (NM)