Jika rekan-rekannya di PB Djarum memiliki target menjadi juara atau masuk ke semifinal di kejuaraan Junior Grand Prix Gold 2018 ini. Namun berbeda dengan pasangan ganda campuran U19 yang satu ini, pasalnya Muhammad Nur Hafizi/Mia Dian Nurlia menargetkan lolos ke babak tiga.
Pasangan ganda campuran U19 Indonesia asal PB Djarum Naufal Ligo Saufik/Ayu Gary Luna Maharani lewati babak pertama dengan mulus. Bejumpa pasangan asal Laos, Kettiya Keoxay/Mimi Sixomxeuane, Naufal/Ayu Gary berhasil menang mudah dua game langsung.
Pemain tunggal putra U 19 Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay menjadi pemain yang diunggulkan di posisi dua di kejuaraan Junior Grand Prix Gold 2018. Atlet kelahiran Tomohon ini mengatakan alasan dirinya mengikuti kejuaran junior kali ini bukan hanya sekedar mencari gelar tetapi juga pembekalan menuju ke level dewasa.
Atlet tunggal putra PB Djarum, Herdian Muhammad Labib turun di Junior Grand Prix Gold 2018. Sayang ia harus langsung menelan pil pahit. Pasalnya baru di laga pertama yang digelar Selasa (3/4) langkah Herdian langsung terhenti. Ia harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok yang menjadi unggulan lima, Li Shifeng dengan dua game langsung 21-11 dan 21-15.
Hari Selasa (3/4) pukul 08:30 Wib, kejuaraan Junior Grand Prix Gold 2018 resmi dipertandingkan bertempat di GOR PB Jaya Raya Bintaro. Tercatat ada 19 negara dan 1.054 atlet ikut berpartisipasi meramaikan kejuaraan yang akan berlangsung hingga Minggu (8/4) mendatang.
Bongkar pasang di ganda putri untuk mencari komposisi terbaik terus dilakukan. Uji coba pertama setelah perombakan langsung dijalankan. Tujuan para Srikandi merah putih adalah Jepang, negeri yang terkenal dengan bunga Sakura.
