Bila melihat kembali prestasi pemain ganda putra dunia tahun 2015, siapakah yang paling banyak meraih gelar juara. Tentu jawabnya, pasangan nomor satu dunia Lee Yong Dae/Yoo Yong Seong dari Korea. Pasangan Korea itu meraih enam gelar juara superseries/superseries premier. Tetapi mereka tidak bisa dikatakan sepenuhnya sukses, karena gelar-gelar penting diraih para pesaingnya.
Akhir tahun 2015 berhasil ditutup manis oleh tunggal pemula putri PB Djarum, Titifany Ilahi. Pebulutangkis tunggal putri yang bergabung bersama PB Djarum di tahun 2013 lalu ini sukses menjadi juara di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Jawa Timur.
Tahun 2015 menjadi tahun dimana adik Fran Kurniawan Fernando Kurniawan kembali ke tanah air. Fernando sempat bermain untuk membela Hong Kong sejak tahun 2014 lalu. Sekembalinya ke tanah air, Fernando langsung turun di berbagai turnamen nasional. Ia pun akhirnya memiliki kesempatan untuk bisa berpasangan dengan sang kakak tersebut.
Menyebut nama atlet serba bisa, Vita Marissa, terbayang sosok yang selalu menjadi panutan bagi atlet muda. Tak hanya panutan, Vita juga menjadi sosok yang mampu mendongkrak prestasi atlet-atlet muda. Sebut saja nama Praveen Jordan, pemain spesialis ganda PB Djarum, ia bisa melesat bersama Vita menjadi salah satu pasangan yang di takuti dunia. Bersama dengan Andrei Adistia sempat menjadi finalis Canada Open Grand Prix 2015. Di dalam negeri nama Jeka Wiratama dan Raffididas Akhdan Nugroho sert
Musim liburan natal dan tahun baru, sejumlah pebulutangkis memperoleh waktu liburan. Namun tidak dengan tiga pasang pemain ganda Indonesia. Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviani (ganda campuran), Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi (ganda putri) dan Wahyu Nayaka/Ade Yusuf (ganda putra), mendapat kehormatan sebagai undangan diajang Copenhagen Masters 2015.
Atlet spesialis ganda yang merupakan juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI ganda taruna putri 2014 lalu, Rahmadhani Hastiyanti Putri atau yang akrab disapa Putri berhasil meraih tiga gelar di sepanjang tahun 2015 ini.
