Merebaknya wabah COVID 19 di negeri tercinta Indonesia meyebabkan pemerintah mengambil tindakan dengan melarang semua warga untuk melakukan aktifitas di dalam rumah. Namun bagi para pebulutangkis di sektor tunggal putra justru mendapat dua pilihan yaitu pulang ke rumah atau tetap berlatih di Pelatnas.
Di tengah pandemi wabah Covid-19 atau Corona, mungkin masih ada sebagian atlet bulu tangkis khususnya di Tanah Air, yang diharuskan tetap berlatih. Meskipun dihimbau untuk menunda sejenak aktivitas apapun karena diperlukannya social distancing atau jaga jarak aman, namun bagi beberapa atlet tetap harus berlatih demi menjaga kualitas permainannya.
Keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang menghentikan sementara semua turnamen karena wabah pademi COVID 19, bikin pebulutangkis ganda campuran peringkat 57 dunia Lisa Ayu Kusumawati merasa down.
Kabar menggembirakan dihembuskan dari Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra Ho. Jika sebelumnya terbersit kabar, pelatih yang akrab dipanggil “Coach Hendry” terinfeksi virus Covid-19, maka hasil pengetesan ulang dengan metoda swab, Hendry dinyatakan negatif. Stempel “PDP” atau Pasien Dalam Pengawasan yang melekat ditubuhnya, resmi ia tanggalkan.
Dampak merebaknya virus Covid-19 memang begitu luar biasa. Akibat yag ditimbulkan tidak hanya menyebabkan tertundanya beberapa kejuaraan bulutangkis skala nasional saja, tetapi pertandingan bulutangkis dunia juga mengalami penundaan malah pembatalan. Beberapa kejuaraan bulutangkis yang telah dinyatakan ditunda adalah Malaysia Open 2020, India Open 2020 dan Singapore Open 2020. Tidak hanya itu, kejuaraan akbar empat tahun sekali seperti Olimpiade juga terpaksa harus diundur. Olimpiade 2020 se
PP PBSI masih menunggu kepastian dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengenai proses kualifikasi Olimpiade Tokya, sistem rangking Race to Tokyo dan juga pengaturan ulang jadwal turnamen yang tertunda. Sebab hingga saat ini belum ada pengumumam resmi dari pihak BWF mengenai keputusan itu.
