Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Seru di Perempat Final
17 November 2011
Seru di Perempat Final
 
 

Jakarta - Cabang bulutangkis di nomor perseorangan SEA Games XXVI yang diselenggarakan di Istora, Jakarta akan segera menggelora. Tercatat beberapa pertarungan keras akan segera terjadi hari ini (17/11) di babak perempat final.

Ganda putra sudah akan menyajikan partai keras, bagaimana tidak? Ulangan pertemuan antara Markis Kido/Hendra Setiawan melawan Isara Bodin/Jongjit Maneepong dari Thailand akan kembali terjadi. Kedua pasangan ini bersua di semifinal beregu putra antara Indonesia melawan Thailand, kala itu Kido/Hendra harus mengakui keunggulan pasangan muda itu dengan 19-21, 23-21 dan 18-21.

“Saya pribadi tentu ingin melakukan revans atas kekalahan kami, kemarin kami kalah cepat didepan net, besok (hari ini – red) kami akan berusaha untuk mengantisipasi hal ini dan bergerak lebih cepat,” komentar Kido mengenai hal ini.

Isara/Jongjit melangkah ke perempat final setelah menang mudah 21-13 dan 21-6 atas Dethputhicheat Chin/Chanpisey Vann dari Kamboja.

Partai keras berikutnya, adalah perempat final di nomor ganda putri. Rising star Indonesia, Anneke Fenya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari melawan pasangan potensial Malaysia, Vivian Kah Moon Ho/Khe Wei Woon. Pasangan Malaysia ke perempat final setelah mengalahkan Nguyen Thi Sen/Vu Thi Trang dari Vietnam dengan 21-14 dan 21-11, sedangkan Anneke/Nitya yang diunggulkan ditempat keempat mendapat bye.

Pertemuan ini akan menjadi pertemuan keempat mereka, dengan skor head to head sementara adalah 2-1 untuk Anneke/Nitya. Mereka kalah dipertemuan pertama mereka di Thailand Grand Prix Gold dimana mereka kalah 18-21 dan 19-21. Setelah kekalahan ini, penghuni rangking 19 dunia itu mampu menang di Vietnam Grand Prix Open dengan 21-16 dan 21-17, terakhir di Paris, Prancis, Anneke/Nitya menang 21-9 dan 25-23 atas pasangan dengan rangking 32 ini.

“Kami berharap bisa mendulang emas di ganda putri, terlebih lagi prestasi mereka terakhir di Indonesia Open Grand Prix Gold menjadi juara setelah mengalahkan China (Bao Yixin/Zhong Qianxing),” ujar pelatih Malaysia, Hendrawan.

FirdasariPartai seru berikutnya adalah Firdasari Adrianti. Dengan catatan 1-1, Firda akan menantang Gu Juan. Firdasari sempat kalah di All England awal tahun ini dari atlet naturalisasi Singapura itu. Ia kalah 12-21 dan 12-21. Tetapi di pertengahan tahun, mereka kembali bersua di Istora di babak pertama Djarum Indonesia Open (DIO) Premier Super Series dimana atlet berangking 38 itu menang susah payah 19-21, 21-16 dan 21-19.

Di partai terakhir di hari ini, Taufik Hidayat akan menantang atlet muda Malaysia berangking 47, Daren Liew. Di dua pertemuan awal, kedua pemain ini kerap bermain ketat, tercatat di Singapura, Taufik menang tipis 30-28, 21-23 dan 21-12. Pertemuan pun kembali terjadi di Istora saat DIO pertengahan tahun ini, Taufik pun baru bisa menang setelah tiga game, 22-24, 21-12 dan 21-18.