
Jakarta - Adriyanti Firdasari berhasil terus memberikan kejutan di SEA Games XXVI nomor tunggal putri. Ia yang sukses menggulung unggulan tiga, Gu Juan di perempat final, kembali berhasil meraih kemenangan atas unggulan nomor satu asal Thailand, Porntip Buranaprasertsuk melalui pertarungan ketat tiga game.
Di game pertama, Firda mampu meraih kemenangan dengan 21-15. Sayang di game kedua ia balik tertekan, dan akhirnya menyerah 14-21. Pertandingan game ketiga pun berlangsung seru. Firda sempat unggul 9-7, malah balik tertinggal 10-11 di interval. Beruntung ia mampu menyamakan angka diangka 14, dan balik unggul 17-14 sampai akhirnya menang 21-15.
“
Di game kedua Porntip merubah taktik, dia yang biasa menyerang malah terus rally. Tetapi di game ketiga, saya lebih menambah variasi pukulan, bertahan dulu untuk baru kemudian balik menyerang, saya juga bermain lebih lepas karena memang tidak ada beban, toh lawan juga diatas kertas lebih bagus,” ujar Firda usai laga.
Di final, Firda akan bersua dengan Fu Mingtian yang berhasil mengalahkan satu-satunya pemain Thailand, Ratchanok Inthanon. Fu yang merupakan atlet naturalisasi Singapura asal China itu berhasil menang melalui pertarungan ketat tiga game atas juara Indonesia Grand Prix Gold 2010 itu. Ia menang 21-17, kemudian kalah tipis 19-21. Di game ketiga pun ia sempat tertinggal 18-20 sampai akhirnya meraih empat angka berkutnya dan menang 22-20.
“Saya juga belum pernah bertemu dengan Fu, jadi belum tahu juga permainannya seperti apa, rileks saja,” ujarnya.

Sementara di tunggal putra, Indonesia masih menggantungkan asa dipundak Simon Santoso, setelah Taufik Hidayat kembali menyerah dua game dari Tanongsak Saensomboonsuk, 14-21 dan 19-21. Simon berhasil mengatasi Zi Liang Derek Wong dari Singapura juga dengan dua game. Sempat tertinggal 0-6 di awal game pertama, Simon akhirnya mampu menuntaskan pertarungan dengan 21-17 dan 21-12.
“Diawal game saya memang terlalu berhati-hati, saya juga masih menyesuaikan diri dengan lapangan tapi Derek sudah langsung menekan, tetapi jelang setengah pertandingan saya sudah mulai bisa menemukan bentuk permainan saya,” ujar Simon.
Menghadapi Tanongsak yang juga merupakan runner up Taipei Grand Prix Gold 2011, Simon mengakui harus mewaspadai kepada kecepatan dan smash-smash tajamnya.
Ayo Firda dan Simon, kumandangkan Indonesia Raya di Istora!