Pasangan ganda campuran lapis kedua Indonesia, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaya akhirnya mengakhiri paceklik gelar juara. Akhir tahun menjadi waktu yang baik bagi pasangan yang sama-sama pernah menjadi juara Dunia Junior ini. Macau Open Grand Prix Gold 2014 menjadi turnamen yang sangat mengesankan
Pasangan ganda campuran Indonesia Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaya semakin melampaui target yang dicanangkan dipundaknya. Edi/Gloria berhasil menembus babak final, babak yang baru kali ini di tapakinya sejak mereka bertanding di kelas Senior.
Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, ganda putra yang merupakan ramuan baru, mulai menunjukkan performanya. Pada kejuaraan bulutangkis Macau Open Grand Prix Gold 2014, pasangan yang hanya di unggulkan di tempat ke-6, mampu menembus partai puncak.
Laga ketiga tim merah putih di ajang Axiata Cup 2014 kontra Malaysia kemarin (29/11), ternyata berjalan lebih mulus dari yang diprediksi sebelumnya. Beberapa pihak termasuk manajer tim, Aryono Miranat memperkirakan laga melawan negeri jiran ini akan berlangsung ketat, tetapi ternyata
Bermain tiga kali dan belum pernah menelan kekalahan, maka tim Indonesia pun tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk bisa melangkah ke babak semifinal Axiata Cup 2014. Sejauh ini merah putih mencatatkan skor 2-2 atas Asia All Star, menang 4-0 atas Vietman dan Malaysia.
Partai pertama dalam pertandingan beregu memang menjadi salah satu poin paling krusial. Hal ini pun diakui oleh manajer tim Malaysia, Pang Cheh Chang yang menuturkan bahwa kemenangan Dionysius Hayom Rumbaka atas atletnya, Chong Wei Feng, menjadi salah satu faktor kekalahan telak mereka.
