Dalam setiap pertandingan resmi, mutlak diperlukan adanya wasit dan penjaga garis untuk membantu jalanya pertandingan. Sang pengadil pertandingan diharapkan mampu mengambil keputusan tepat sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan dari badan bulutangkis dunia (BWF).
Menjadi atlet PB Djarum adalah mimpi bagi sebagian atlet bulu tangkis. Selain banyak melahirkan pemain-pemain top dunia yang memiliki segudang prestasi, sejumlah fasilitas yang didapatkan para atletnya pun menjadi daya tarik tersendiri.
Klub bulutangkis PB Djarum terkenal telah melahirkan banyak pemain kelas dunia. Di kejuaraan sekelas All England, bertaburan nama-nama pemain seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti dan lainnya. Nama-nama pemain lawas seperti Hariyanto Arbi, Liem Swie King, Christian Hadinata, Kartono, Heryanto dan lainnya juga pernah mencicipi menjadi juara di kejuaraan tertua sejagad.
Masih ingat kejadian lucu pebulutangkis ganda putra Tiongkok, Li Junhui saat gagal melakukan selebrasi di Piala Thomas 2018 lalu? Kala itu, Li dengan pasangannya Liu Yuchen, sukses menyumbang poin kemenangan bagi Tiongkok pada semifinal Piala Thomas 2018, Jumat (25/5/2018).
Pandemi Covid-19 yang sudah cukup lama merebak di Tanah Air tentu membuat sebagian orang menjadi lebih waspada dan memilih tetap diam #dirumahaja ataupun di asrama, seperti atlet-atlet bulu tangkis Pelatnas PBSI.
Pebulutangkis spesialis ganda Asghar Herfanda bercerita kepada tim pbdjarum.org, jika dirinya masuk klub PB Djarum secara test pribadi. Itu pun juga atas usulan pelatihnya waktu di klub Nagamas Tarakan, Kalimantan Utara. Niat ke Djarum, hanya mau menimba ilmu dan coba-coba tetapi dapat tawaran masuk Djarum.
