Bagi Gregoria Mariska Tunjung, persaingan di ajang Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020 cukup merata. Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui usai pertandingan membela tim Garuda Rabu (9/9) siang tadi di Pelatnas PBSI Cipayung.
Ajang Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020 kembali dimulai Rabu (9/9) pagi ini di Pelatnas PBSI Cipayung. Kali ini, giliran simulasi tim Uber yang dipertandingkan.
Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), yang jatuh pada tanggal 9 September 2020, Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum menyelenggarakan bincang media pada Senin, 7 September. Bincang media yang dihelat secara virtual ini dihadiri puluhan wartawan olahraga nasional. Dalam kesempatan tersebut, PB Djarum menjelaskan ekosistem bulutangkis yang ideal sehingga dapat mengangkat prestasi Indonesia di kancah dunia.
Membela tim Garuda pada kejuaran Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020 ini, Syabda Perkasa Belawa yang dipercaya turun di tunggal ketiga behasil mempersembahkan poin untuk timnya.
Kejutan di hari kedua ajang Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020, Rabu (2/9), berhasil disaji ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Menjadi ganda pertama dari tim Garuda, Leo/Daniel tampil cemerlang saat mengalahkan wakil tim Banteng, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Pebulutangkis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani mengaku belum puas berada di peringkat 59 dunia. Memang sejak dipasangkan dengan juniornya Tania Oktaviani Kusumah pada pertengahan tahun 2019 lalu, Ni Ketut dan Tania hanya sekali merasakan atmosfir menjadi juara.
Awal latihan masuk clib yang di Solo kelas 1 SD dan aku sudah pisah dengan orangtua sejak kelas 5 SD, waktu itu aku bergabung de
